Breaking News
Loading...
Friday, March 1, 2013

Urbad Legend, Cerita Misteri dalam Kampus



FROM TRIBUN JABAR - Urban legend atau kisah misteri di sebuah kota memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Hampir setiap sudut kota punya cerita misteri sendiri. Termasuk di kampus-kampus. Nah cerita misteri di kampus juga tentu menjadi sebuah cerita yang menarik. Bikin merinding tapi juga bikin penasaran.

Beberapa kampus terutama yang bangunannya sudah tua ternyata menyimpan misteri yang mampu membuat jantung berdegup dengan kencang. Nah, beberapa teman kampus ingin juga berbagi cerita misteri yang mereka tahu tentang kampus mereka.

Etzioni Ichramsyah Harjuno (24) misalnya. Ia dapat cerita dari seorang temannya tentang sosok yang muncul di Gedung C Fakultas Ilmu Budaya Unpad Jatinangor menjelang magrib. Ia mengatakan saat itu temannya yang sedang asyik bermain basket di lapangan basket FIB melihat orang yang ia kira sebagai penjaga gedung sedang berada di dalam gedung.

"Biasa lah teman gue itu habis latihan basket. Karena nunggu pacarnya yang kuliah di Jurusan Sastra Jepang, jadi dia main-main sendiri sampai magrib," ceritanya pada Tribun, Minggu (24/2).

Awalnya tidak ada kecurigaan sama sekali. Kondisi saat itu, ucap mahasiswa tingkat akhir Jurusan Sastra Inggris Unpad itu, masih agak terang jadi masih bisa terlihat dengan jelas. "Setelah magrib, teman gue itu jalan ke Jurusan Sastra Jepang untuk jemput pacarnya. Dia jalan lewat depan Gedung C dan ketemu dengan penjaganya. Dia tanya apa masih ada kegiatan sampai magrib," tutur pemuda yang akrab disapa Iam itu.

Si penjaga, ucap Iam, mengatakan sudah tidak ada kegiatan. Bahkan, gedung itu sudah dikunci sejak jam 5 sore tadi. "Itu artinya yang dia lihat jelang magrib waktu itu bukan penjaga gedung maupun mahasiswa," jelas Iam.

Cerita seram lain juga dituturkan Iam. Kejadiannya di lokasi yang berdekatan. Masih di kawasan FIB. Ketika itu ada acara barbecue party di sekretariat himpunan untuk merayakan ulang tahun salah satu teman. Selagi yang lain merayakan di sekretariat yang berlokasi agak atas, satu orang teman yang bernama Ahmad memutuskan untuk ngenet di perpustakaan yang berlokasi di bawah.

"Begitu acara beres, semua pada turun tuh. Pas ke perpus eh si Ahmad lagi tidur aja. Nah si anak-anak pada iseng tuh. Si Ahmad dikunciin di perpus. Paginya, sekitar jam 6, Ahmad SMS dosen yang namanya Taufiq. Minta dibukain karena dia gak bawa kunci," ujar Iam.

Taufiq yang tidak tahu apa-apa dan sedang berada di rumahnya di daerah Kopo, tutur Iam, malah kebingungan. Bingung karena pagi-pagi sudah disuruh ke kampus untuk buka pintu perpustakaan karena ada yang terkunci di sana.

"Ternyata si Ahmad SMS Taufiq itu karena dikiranya Taufiq ngisengin dia. Si Ahmad cerita katanya pas dia setengah sadar, dia ngeliat Taufiq duduk di kursi perpustakaan. Padahal, pintu perpustakaan sudah dikunci sama anak-anak yang lain itu dari jam 11 malam. Jadi gak mungkin ada orang lain yang masuk," tutur mahasiswa asal Kebumen itu.

Cerita Amalia (21) beda lagi. Mahasiswi Jurusan Sejarah UPI itu menuturkan berbagai cerita seram yang ada di kampusnya. Meski tidak mengalaminya secara langsung, Amalia mengaku teman dekatnya sendiri yang mengalaminya. Kebetulan, temannya itu lumayan sering mengalami kejadian aneh di sekitar kampus.

"Yang pertama itu waktu teman aku lagi tidur berempat di sekretariat himpunan. Suka tiba-tiba ada yang ngelemparin pasir ke sekitar tempat tidur. Terus suka ada yang ngelempari batu juga ke jendela gitu. Padahal di tempat itu gak ada siapa-siapa lagi selain mereka," tuturnya.

Kejadian aneh yang menimpa temannya itu tidak berhenti sampai di situ. Kejadian kedua terjadi ketika sekretariat himpunan pindah ke sebuah rumah kosong yang berlokasi di sebelah Gedung Kebudayaan. Di rumah itu, ucap Amalia, ada dua kamar dan ruang tamu.

"Anak-anak kumpul di ruang tamu. Nah ada satu anak yang gak ikut kumpul. Selama mereka lagi ngumpul itu ada yang bolak-balik dari kamar satu ke kamar lainnya. Mereka ngira itu teman mereka yang gak ikut ngumpul. Mereka langsung kaget ketika liat teman mereka masuk dari pintu depan. Dia bilang habis dari warung," ceritanya.

Setelah dicek langsung ke kamar untuk memastikan siapa yang mondar-mandir tadi, ternyata kamarnya kosong dan tidak ada orang lain selain anak-anak yang sedang berkumpul dan anak satu lagi yang baru saja tiba.

Cerita lainnya adalah penampakan sesosok pocong di parkiran mobil Fakultas Bahasa. "Jadi malam-malam pas di kampus mau ke sekre sambil beli makan, temenku itu lewat parkiran mobil dan ngeliat ada pocong di situ," katanya.

Berbagai kejadian di luar nalar pun terjadi juga di kampus Institut Teknologi Bandung. Banyak cerita-cerita seram yang beredar dan bahkan ada juga yang sempat dijadikan film. Itu makin mengukuhkan eksistensi makhluk yang tidak kasat mata itu.

Christian Harijanto (21) menuturkan berbagai cerita misteri yang menjadi urban legend di kampusnya itu. Yang pertama adalah kisah misteri boneka beruang yang berada di atas pohon yang lokasinya tidak jauh dari kampus Jurusan Teknik Sipil. Menurut berbagai sumber, ujarnya, di bawah pohon itu suka ada anak kecil yang minta diambilkan boneka beruang yang berada di atas pohon.

"Tapi kemudian ketika anak itu menunjuk ke atas pohon, boneka beruangnya itu tidak ada. Nah ternyata si boneka beruang itu katanya akan muncul di tempat tinggal si orang yang dimintain tolong tadi," kata mahasiswa Jurusan Teknik Sipil angkatan 2009 itu pada Tribun, Selasa (26/2) siang.

Yang kedua adalah kisah tentang lift di Gedung PAU. Lift di gedung setinggi 9 lantai itu ternyata cukup menyeramkan. "Katanya kalau sendirian naik lift itu, si lift selalu berhenti di tiap lantai dan pintunya juga kebuka. Ketika sampai di satu lantai, pintu lift itu tidak mau menutup dan lampu tanda overload itu menyala. Padahal di situ tidak ada siapa-siapa lagi," tutur alumnus SMA Penabur 1 itu.

Hantu Tanpa Kaki di Perpustakaan
Kejadian lain yang cukup mengerikan adalah hantu tanpa kaki di perpustakaan. "Biasanya jam 5 itu kan perpustakaan sudah sepi. Kadang katanya kalau sedang sendirian di perpustakaan suka ada penampakan orang tanpa kaki," kata mahasiswa asal Bandung itu.

Cerita yang beredar adalah ada seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas di perpustakaan. Duduk satu meja dengannya, ada mahasiswa lain yang duduk sambil menopang dagu. Pulpen si mahasiswa terjatuh dan membuatnya harus mengambil pulpen itu.

Tidak disangka ketika mengambil pulpen, si mahasiswa tidak melihat kaki mahasiswa yang duduk sambil menopang dagu itu. Takut tapi tetap berusaha tenang, si mahasiswa kemudian mengaku mengantuk dan akan pulang. Respon mengejutkan malah dilontarkan si makhluk tanpa kaki itu. Sudah ngantuk apa sudah tahu, katanya.

Berbeda dengan Christian yang untungnya hanya mendengar ceritanya, Akbar Rizaldi (20) mengaku mengalami sendiri kejadian yang membuatnya gemetar. Ketika itu, ucapnya, sedang ada ospek jurusan. Ia yang bertindak sebagai panitia diminta untuk menjemput juniornya.

"Gue bertiga bersama dua teman lainnya berdiri di depan barisan para junior. Kami bertanya apakah ada yang sakit di antara para junior itu. Gue lihat ada dua orang yang mengacungkan tangan. Yang satu di barisan depan, dan yang satu lagi di barisan paling belakang memakai jaket putih," cerita mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Angkatan 2010 itu.

Keanehan mulai terjadi ketika dua temannya hanya bertanya kepada anak yang berada di barisan depan. Akbar bertanya-tanya kenapa anak yang berada di barisan belakang tidak ditanyai. Ia lantas bertanya dari barisan depan. Anehnya, yang menjawab pertanyaannya adalah anak yang mengenakan jaket merah.

Ia kemudian memastikan kepada teman-temannya. Dan ternyata dua teman lainnya tidak melihat ada junior lain yang mengangkat tangan selain yang berada di barisan depan. Keanehan tidak berhenti sampai di situ. Ketika evaluasi, Akbar juga sempat melihat ada sekelebat sosok putih yang lewat.

"Dari situ gue baru sadar kalau kemungkinan besar gue diikutin. Yah serem juga sih. Tapi dibawa santai aja lah. Kebanyakan yang pernah gue liat itu sosok cewek pake baju putih," kata alumnus SMAN 5 Bandung itu. (cc)

Penulis : andra
Editor : dia
Sumber : Tribun Jabar

0 komentar :

Post a Comment

Followers

Back To Top